
Raised floor adalah lantai panggung yang ditinggikan di atas pelat beton, tersusun dari panel modular yang bertumpu pada kaki penyangga (pedestal) yang tingginya bisa diatur. Rongga di bawah panel dipakai sebagai jalur kabel daya dan data sekaligus saluran udara dingin, sehingga raised floor banyak dipakai di ruang server, data center, dan ruang kontrol.
Artikel ini menjelaskan raised floor dengan bahasa sederhana: fungsinya, komponen penyusunnya, jenis panel yang umum dipakai, cara membaca kapasitas beban, kelebihan dan kekurangannya, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang raised floor di ruang server kantor Anda.
Apa itu raised floor?
Raised floor juga dikenal dengan sebutan access floor, raised access floor, atau lantai panggung. Bayangkan lantai kedua yang "melayang" di atas lantai asli gedung. Di antara keduanya ada rongga kosong (sering disebut plenum) yang bisa diisi kabel, pipa, dan aliran udara tanpa terlihat dari atas.
Panelnya umumnya berukuran modular 600 × 600 mm dan bisa diangkat satu per satu dengan alat pengangkat panel. Karena itu, teknisi bisa menambah kabel atau memeriksa jalur di bawah lantai tanpa membongkar ruangan. Tinggi rongga bisa disesuaikan dengan kebutuhan; salah satu produsen raised floor menyebutkan rentang umum sekitar 20 mm hingga 1.500 mm. Untuk ruang server, tinggi rongga biasanya ditentukan oleh banyaknya kabel, kebutuhan aliran udara, serta tinggi plafon dan pintu.
Fungsi raised floor di ruang server dan data center
- Merapikan kabel. Kabel daya dan kabel data berjalan di bawah lantai, tidak melintang di lantai kerja atau menumpuk di belakang rak. Ruangan lebih rapi dan risiko tersandung kabel berkurang.
- Menyalurkan udara dingin. AC presisi dapat menghembuskan udara dingin ke rongga di bawah lantai. Udara lalu keluar lewat panel berlubang yang diletakkan tepat di depan rak, sehingga pendinginan lebih terarah.
- Memudahkan perubahan. Saat ada rak baru atau perangkat dipindahkan, cukup buka panel di jalur yang dibutuhkan. Ruangan bisa diatur ulang dengan cepat.
- Melindungi perangkat elektronik. Panel dengan permukaan anti-statis dan rangka yang terhubung ke sistem pembumian (grounding) membantu mengendalikan listrik statis yang bisa merusak komponen elektronik.
- Menampung utilitas lain. Selain kabel, rongga lantai juga bisa menampung pipa, detektor kebakaran, dan sistem pendukung lain.
Komponen raised floor
Raised floor bukan sekadar panel. Sistemnya terdiri dari beberapa bagian yang bekerja bersama:
- Pedestal (kaki penyangga). Tiang berulir yang dipasang di lantai beton, biasanya satu di setiap sudut panel. Tingginya bisa diatur lalu dikunci setelah permukaan lantai rata (proses ini disebut leveling).
- Stringer. Batang horizontal yang menghubungkan kepala pedestal menjadi satu rangka kisi. Stringer membuat lantai lebih kaku dan membantu menahan beban dorong ke samping, misalnya dari troli berat. Ada juga sistem tanpa stringer (stringerless) di mana panel langsung bertumpu pada kepala pedestal. Produsen menawarkan stringer tipe baut (bolted stringer) untuk area dengan beban gelinding berat atau kebutuhan ketahanan gempa.
- Panel lantai. Permukaan yang diinjak, dengan berbagai pilihan bahan inti dan lapisan atas (dibahas di bagian berikutnya).
- Panel berlubang (perforated) dan grille. Panel dengan lubang atau kisi-kisi untuk mengalirkan udara dingin dari rongga lantai ke depan rak.
- Grommet dan bukaan kabel. Lubang tempat kabel naik ke rak, dilengkapi sikat atau penutup agar udara dingin tidak bocor ke tempat yang tidak perlu.
- Pelengkap. Ramp atau anak tangga di pintu masuk, penutup tepi dinding, cable tray di bawah lantai, serta kabel grounding yang menghubungkan rangka ke sistem pembumian gedung.
Jenis panel raised floor
Perbedaan utama antarjenis panel ada pada bahan inti, lapisan permukaan, dan kekuatan bebannya.
Panel baja berisi semen (steel cementitious)
Cangkang baja yang diisi campuran semen ringan, sering dengan lapisan atas HPL atau PVC anti-statis. Jenis ini kuat dan kaku sehingga paling umum dipakai di ruang server, data center, dan ruang UPS.
Panel woodcore atau chipboard
Panel berinti papan partikel kayu yang dibungkus baja atau lapisan pelindung. Langkah terasa lebih senyap, cocok untuk area kantor dan ruang operator dengan beban ringan hingga sedang. Panel jenis ini perlu dijaga dari kelembapan berlebih.
Panel calcium sulphate
Panel berinti kalsium sulfat yang diperkuat serat. Panelnya padat dan berat, terasa kokoh seperti lantai biasa, dan baik untuk akustik. Beberapa produsen mencantumkan panel jenis ini sebagai tidak mudah terbakar. Bobotnya perlu diperhitungkan terhadap struktur gedung.
Panel aluminium cor (die-cast aluminium)
Panel aluminium yang ringan namun kuat, termasuk versi grille dengan bukaan besar. Beberapa produsen mencantumkan bukaan lebih dari separuh luas panel untuk panel grille aluminium, sehingga cocok untuk rak berdaya tinggi yang membutuhkan banyak udara dingin.
Memahami kapasitas beban raised floor
Kapasitas beban adalah hal terpenting saat memilih raised floor untuk ruang server. Datasheet produsen biasanya mencantumkan beberapa jenis beban, yang diuji mengikuti prosedur uji yang diakui industri seperti CISCA Recommended Test Procedures for Access Floors:
- Beban terpusat (concentrated load). Beban di satu titik kecil pada panel, seperti kaki rak atau roda kecil. Ini angka yang paling sering dipakai untuk mencocokkan panel dengan berat perangkat.
- Beban gelinding (rolling load). Ketahanan panel saat dilintasi roda, misalnya troli atau hand pallet yang membawa rak dan UPS. Pengujiannya dilakukan dengan sejumlah lintasan roda, dari beberapa kali hingga ribuan kali.
- Beban kejut (impact load). Ketahanan panel terhadap benda berat yang jatuh di atasnya.
- Beban ultimit (ultimate load). Beban saat panel benar-benar gagal. Beban desain biasanya adalah beban ultimit dibagi faktor keamanan, sehingga ada cadangan kekuatan.
Nilai beban berbeda per produsen dan per tipe panel, jadi selalu cocokkan dengan datasheet produk dan berat perangkat terberat yang akan ditempatkan, termasuk rak penuh, UPS, dan baterai.
Kelebihan dan kekurangan raised floor
Kelebihan:
- Kabel tertata dan mudah ditelusuri saat ada gangguan.
- Udara dingin bisa diarahkan tepat ke depan rak.
- Tata letak ruangan fleksibel untuk perubahan di masa depan.
- Membantu mengendalikan listrik statis bila panel dan grounding dipasang dengan benar.
Kekurangan dan hal yang perlu diperhatikan:
- Mengurangi tinggi bersih ruangan, sehingga plafon dan pintu harus diperhitungkan.
- Bukaan kabel yang tidak ditutup membuat udara dingin bocor dan pendinginan kurang efektif.
- Rongga lantai perlu dibersihkan berkala agar debu tidak terangkat ke perangkat.
- Setiap panel punya batas beban; perangkat yang lebih berat dari kapasitas panel memerlukan panel atau rangka khusus.
Tips merencanakan raised floor
- Tentukan fungsi ruangan. Ruang server dan data center umumnya memakai panel baja atau aluminium, sedangkan area kantor bisa memakai woodcore atau calcium sulphate.
- Hitung beban terberat. Rak penuh, UPS, dan baterai menentukan kelas beban panel dan perlu tidaknya stringer.
- Tentukan tinggi rongga. Semakin banyak kabel dan semakin besar kebutuhan udara, semakin tinggi rongga yang dibutuhkan. Sesuaikan dengan tinggi plafon dan pintu.
- Rencanakan aliran udara. Letakkan panel berlubang di lorong dingin (cold aisle), di depan rak, bukan di sembarang tempat.
- Pisahkan jalur kabel. Gunakan cable tray terpisah untuk kabel daya dan kabel data di bawah lantai.
- Pastikan grounding. Rangka harus terhubung ke sistem pembumian gedung agar fungsi anti-statis bekerja.
Raised floor sebaiknya dirancang bersama tata letak rak, pendinginan, dan jalur kabel. Jika Anda sedang membangun ruang server baru, layanan Data Center & Network Design dari KUM bisa membantu merancang semuanya dalam satu desain. Untuk backbone kabel antar rak atau antar lantai, lihat juga layanan FO Infrastructure.
FAQ
Apakah raised floor wajib untuk ruang server?
Tidak wajib. Ruang server kecil bisa memakai jalur kabel di atas rak dan AC biasa. Raised floor menjadi pilihan tepat bila kabel banyak, perangkat sering berubah, atau pendinginan memakai AC presisi yang menghembuskan udara ke bawah lantai.
Berapa tinggi raised floor yang ideal?
Tidak ada satu angka untuk semua ruangan. Tinggi rongga ditentukan oleh jumlah kabel, kebutuhan aliran udara, serta tinggi plafon dan pintu. Survei ruangan diperlukan sebelum menentukan tinggi lantai jadi.
Apa beda panel perforated dan panel grille?
Keduanya mengalirkan udara dingin dari bawah lantai. Panel perforated memiliki lubang-lubang kecil dengan bukaan lebih sedikit, sedangkan panel grille memiliki kisi-kisi dengan bukaan lebih besar untuk rak yang membutuhkan banyak udara.
Apakah raised floor bisa dipasang di ruangan yang sudah beroperasi?
Bisa, dengan perencanaan bertahap dan pemindahan perangkat sementara. Pemasangan di ruangan kosong tetap jauh lebih mudah dan cepat.
Berapa biaya pemasangan raised floor?
Biaya bergantung pada luas ruangan, jenis panel, tinggi rongga, dan pekerjaan pendukungnya. Hubungi tim sales KUM untuk penawaran harga.
Merencanakan ruang server, data center, atau ruang kontrol baru? Tim PT Kreasi Utama Mandiri menyediakan jasa pemasangan raised floor, mulai dari survei dan perhitungan beban hingga leveling, grounding, dan serah terima. Lihat layanan Raised Floor kami atau hubungi tim KUM untuk konsultasi.


