Microsoft

Microsoft Defender: Antivirus, for Business, atau Endpoint?

Tim KUM 5 menit baca Microsoft

Microsoft Defender: Antivirus, for Business, atau Endpoint?

Banyak orang mengira Microsoft Defender hanya antivirus bawaan Windows. Padahal di bawah nama Defender ada beberapa produk berbeda: Defender Antivirus yang sudah ada di setiap Windows, Defender for Business untuk perusahaan kecil dan menengah, serta Defender for Endpoint Plan 1 dan Plan 2 untuk organisasi besar. Fiturnya berbeda jauh, terutama soal konsol terpusat, EDR, dan respons otomatis. Artikel ini menjelaskan bedanya dan cara memilih yang sesuai.

Satu nama, beberapa produk

Microsoft memakai merek Defender untuk keluarga produk keamanan. Yang dibahas di sini adalah Defender untuk perangkat (endpoint): laptop, PC, Mac, ponsel, dan server. Ada juga Defender for Office 365 untuk email dan Defender for Cloud untuk workload cloud, tetapi itu topik terpisah.

Empat tingkatan Microsoft Defender: Defender Antivirus, Defender for Business, Defender for Endpoint P1 dan P2 beserta fitur utamanya
Empat tingkatan Defender untuk perangkat dan lisensi yang menyertakannya.

1. Microsoft Defender Antivirus

Antivirus ini sudah terpasang di Windows 10, Windows 11, dan Windows Server. Menurut Microsoft, Defender Antivirus memakai machine learning, proteksi berbasis cloud, dan pemblokiran berdasarkan perilaku. Untuk satu-dua komputer di rumah, ini sudah cukup. Masalahnya muncul di kantor: tanpa produk di atasnya, admin IT tidak punya satu layar untuk melihat status semua komputer, tidak ada EDR, dan tidak ada investigasi otomatis saat terjadi serangan.

2. Microsoft Defender for Business

Defender for Business dirancang untuk perusahaan dengan maksimal 300 user. Produk ini sudah termasuk dalam Microsoft 365 Business Premium, dan juga tersedia terpisah (standalone) untuk perusahaan yang memakai Business Basic, Business Standard, atau bahkan tidak memakai Microsoft 365. Satu lisensi user bisa melindungi hingga lima perangkat: Windows, macOS, iOS/iPadOS, dan Android.

Fiturnya mendekati kelas enterprise: konsol terpusat, EDR, investigasi dan remediasi otomatis (AIR), automatic attack disruption, manajemen kerentanan, dan laporan keamanan bulanan. Pengaturan firewall dan antivirus Windows juga dibuat lebih sederhana, cocok untuk tim IT yang kecil.

3. Defender for Endpoint Plan 1

Plan 1 termasuk dalam Microsoft 365 E3. Isinya antivirus generasi baru (next-generation protection), attack surface reduction, dan pengelolaan terpusat. Yang tidak ada: EDR dan investigasi otomatis. Plan 1 cocok bila organisasi sudah punya tim atau tool lain untuk deteksi dan respons.

4. Defender for Endpoint Plan 2

Plan 2 termasuk dalam Microsoft 365 E5 dan E5 Security. Menurut Microsoft, Plan 2 menambahkan EDR, investigasi dan remediasi otomatis, manajemen kerentanan, threat hunting (advanced hunting), dan retensi data enam bulan. Ini pilihan untuk organisasi besar dengan tim keamanan (SOC) yang aktif menelusuri ancaman.

Perbandingan fitur

FiturDefender for BusinessEndpoint P1Endpoint P2
Antivirus generasi baruYaYaYa
Attack surface reductionYaYaYa
Konsol terpusatYaYaYa
EDR (deteksi & respons)YaTidakYa
Investigasi & remediasi otomatisYaTidakYa
Manajemen kerentanan (inti)YaTidakYa
Advanced hunting & data 6 bulanTidakTidakYa
Laporan keamanan bulananYaTidakYa
Termasuk diMicrosoft 365 Business PremiumMicrosoft 365 E3Microsoft 365 E5

Dari tabel terlihat bahwa untuk perusahaan di bawah 300 user, Defender for Business justru lebih lengkap daripada Plan 1, karena sudah punya EDR dan investigasi otomatis.

Bagaimana Defender for Business bekerja

Setelah perangkat di-onboard, sensor Defender di setiap perangkat mengirim sinyal ke portal Microsoft Defender (security.microsoft.com). Saat ada perilaku mencurigakan, sistem membuat alert, menyelidikinya secara otomatis, lalu mengambil tindakan seperti mengarantina file atau mengisolasi perangkat. Admin IT melihat semuanya dalam bentuk insiden, bukan ratusan alert terpisah.

Alur Defender for Business: perangkat di-onboard, deteksi, investigasi otomatis, lalu remediasi, semuanya tercatat di portal Microsoft Defender
Dari perangkat sampai remediasi, semua tercatat di satu portal.

Perangkat bisa di-onboard dan diatur kebijakannya lewat portal Microsoft Defender atau Intune admin center. Kemampuan ini penting saat menghadapi ransomware: semakin cepat perangkat yang terinfeksi diisolasi, semakin kecil kerusakannya. Baca juga langkah yang harus dilakukan perusahaan saat terkena ransomware.

Cara memilih

Diagram memilih Microsoft Defender: 300 user atau kurang pilih Defender for Business, lebih dari 300 user pilih Defender for Endpoint P1 atau P2
Panduan cepat berdasarkan jumlah user dan kebutuhan deteksi.
  • Sudah memakai Microsoft 365 Business Premium? Defender for Business sudah termasuk. Banyak perusahaan belum mengaktifkannya; yang perlu dilakukan tinggal onboarding perangkat dan mengatur kebijakan.
  • Memakai Business Basic atau Standard? Pilihannya Defender for Business standalone, atau upgrade ke Business Premium yang sekaligus menambah Intune dan fitur keamanan lain. Perbedaan paketnya ada di artikel perbedaan Microsoft 365 Business Basic, Standard, dan Premium.
  • Lebih dari 300 user? Gunakan Defender for Endpoint. Plan 1 untuk proteksi dasar terpusat, Plan 2 bila butuh EDR dan threat hunting.

Catatan: Defender for Business tidak mendukung lisensi campuran. Bila sebagian user memakai Defender for Business dan sebagian Defender for Endpoint Plan 2, tenant akan memakai pengalaman Defender for Business. Untuk server Windows dan Linux, dibutuhkan lisensi tambahan: add-on Defender for Business servers (hingga 60 server) atau Defender for Servers untuk jumlah yang lebih besar.

Defender atau antivirus pihak ketiga?

Defender bukan satu-satunya pilihan. Perusahaan yang tidak memakai Microsoft 365, atau ingin satu konsol untuk banyak sistem operasi dan server dengan lisensi sederhana, sering memilih solusi seperti Bitdefender GravityZone. Yang penting, pilih satu solusi utama dan pastikan semua perangkat terpantau dari satu konsol. Bila antivirus lain dipasang, Defender Antivirus biasanya beralih ke mode nonaktif atau pasif, jadi keduanya tidak saling bentrok.

FAQ

Apakah Microsoft Defender gratis?

Defender Antivirus sudah ada di Windows tanpa biaya tambahan. Defender for Business dan Defender for Endpoint berlisensi, baik terpisah maupun sebagai bagian dari paket Microsoft 365 tertentu.

Apakah Microsoft 365 Business Standard sudah termasuk Defender for Business?

Tidak. Defender for Business termasuk di Microsoft 365 Business Premium. Pengguna Business Standard bisa membelinya terpisah.

Berapa perangkat per lisensi Defender for Business?

Menurut Microsoft, satu lisensi user dapat melindungi hingga lima perangkat klien (Windows, macOS, iOS/iPadOS, Android).

Apa beda Defender for Endpoint Plan 1 dan Plan 2?

Plan 1 berisi antivirus generasi baru, attack surface reduction, dan pengelolaan terpusat. Plan 2 menambahkan EDR, investigasi dan remediasi otomatis, manajemen kerentanan, threat hunting, dan retensi data enam bulan.

Apakah Defender bisa melindungi server?

Bisa, dengan lisensi tambahan. Untuk Defender for Business tersedia add-on Defender for Business servers; untuk jumlah server besar dipakai Defender for Servers.

Sumber: dokumentasi Microsoft Learn tentang Defender for Business dan FAQ Defender for Business.

Butuh lisensi Microsoft 365 atau bantuan mengaktifkan Defender? PT Kreasi Utama Mandiri adalah partner Microsoft di Indonesia.
Hubungi kami sekarang untuk konsultasi lisensi, onboarding perangkat, dan penawaran harga terbaik.

Butuh solusi IT?

Konsultasikan kebutuhan IT Anda bersama tim KUM

Dapatkan penawaran untuk lisensi software, perangkat hardware, hingga instalasi infrastruktur.